CUGK Fasilitasi Temu OMK, se Paroki St. Maria Asspumpta, Tanjung
Romo Sutadi mengedepankan metode diskusi dan dialog interaktif kepada para peserta, sehingga materi tentang pentingnya memelihara lingkungan dapat mudah diserap oleh para peserta. Pada akhir materi yang disampaikan oleh Vikjend Kesukupan Ketapang tersebut para peserta berdiskusi dan menghasilkan beberapa kesepakan lisan di antarnya, stop perluasan Sawit/Tambang, pertahankan lahan/hutan yang tersisa di kampung masing-masing, marilah kita menjadi OMK yang cinta lingkungan. Sebagai orang muda katolik, sudah saatnya untuk menyiapkan diri dalam bentuk perencanaan yang matang untuk menata kehidupan dalam aspek ekonomi, demikian ungkap Pak Muliadi B, dengan semangat saat menjadi narasumber yang membawakan materi tentang Peran OMK dalam Ekonomi Kerakyatan.
Materi yang tidak kalah menarik adalah yang disampaikan oleh Sekjend AMA-JK, yaitu tentang Peran OMK dalam Budaya yang mengajak peserta untuk sadar dengan degradasi budaya. Peserta diajak untuk menjadi pelaku budaya di kampungnya masing-masing, jika tidak ingin kehilangan identitas dan martabatnya sebagai orang Dayak.
Hari terakhir pertemuan ditutup dengan penanaman pohon di sekitar kompleks Pedahasan Gemalaq CUGK, sekitar halaman Gereja Santa Maria Assumpta Tanjung, dan sekitar lokasi Gua Maria Bukit Semangkak, yang sekarang lebih dikenal dengan Gua Maria Bukit Sion.
Malam terakhir kegiatan bertepatan dengan malam menyambut tahun baru 2015 digabung dengan ulang Tahun Paroki Santa Maria Assumpta, demikian ungkap Derry S (22) selaku seksi dokumentasi kegiatan. Kegiatan ini menjadi tidak bosan karena dalam waktu-waktu senggang selalu dihibur oleh grup Musik SantiX Band dan adanya atraksi penampilan seni budaya dari setiap stasi masing- masing.
Kegiatan ini sangat berkesan, dan saya banyak mendapat teman baru, hal yang paling menarik bagi saya adalah kegiatan anak muda dapat terkontrol agar tidak mabuk-mabukan, demikian ungkap Yustina (22) salah seorang pendidik yang menjadi peserta dari stasi Karang Dangin. Dalam evaluasi terakhir peserta merekomendasikan bahwa kegiatan serupa akan dilaksanakan di kampung/Stasi Semenjawat pada tahun 2015, soal waktu pelaksanaannya akan dibahas lebih lanjut demikian yang disampaikan oleh Pak Hamsah selaku pendamping OMK dari Dewan Paroki Santa Maria Assumpta Tanjung. [ ]

