”Adat Batumuk Tihakng” Pembangunan Gedung Baru Persekolahan St. Fransiskus Asisi Pontianak

2.497 Views

Upacara/ritual adat Batumuk Tihakng ini disebut dengan “Panyangahatn” sangat penting bahkan wajib dilakukan menurut adat Dayak Kanayatn sebagai suatu ritual meminta adat Ka’ Jubata (Tuhan), meminta ijin, mohon keselamatan, berkat kepada leluhur alam semesta tempat dimana kita membangun suatu pembangunan baru. Meminta berkat dan keselamatan kepada lehulur untuk mengusir roh-roh jahat supaya proses pembangunan berjalan lancar, bagi para pekerja mulai dari awal sampai pada bangunan tersebut selesai dibangun. Supaya tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi sehingga menghambat pembangunan tersebut. Berkat dan keselamatan akan nyata setelah gedung tersebut digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar dengan baik. Berkat dan keselamatan bagi keutuhan dan kekuatan gedung sampai kapan pun tetap kokoh dan berdiri tegak.

Upacara adat dipimpin langsung oleh Lusius Donatus Rapian yang biasa disapa “Pak Udak”. Beberapa tokoh yang terlibat langsung dalam upacara adat ini, yaitu Bpk. Drs. A.R. Mecer dan Maran Marcell sebagai pendiri Pancur Kasih, Pak Matheus Pilin, Ibu Twiseda Mecer sebagai Ketua Yayasan Pancur Kasih, Georgius, SP.,M.Si. selaku kepala SMA St. F. Asisi Pontianak, Adrianus, S.Si. selaku Kepala SMP St. F. Asisi Pontianak, Drs. Hermanus Abeh selaku ketua panitia upacara adat tersebut, Vandrektus Derek, A. Md. Waka kurikulum SMA, Pak Rata Ulam Silalahi sebagai Lurah Siantan Tengah, Pak Haidi, Pak Jamal, dan beberapa guru dan staff lainnya yang juga hadir untuk menyaksikan langsung upacara Adat Batumuk Tihakng tersebut, dalam upacara Panyangahatn.
Pembangunan ini didasari oleh syarat sekolah yang wajib memenuhi standar nasional pendidikan di mana ada delapan standar, satu diantaranya adalah standar sarana dan prasarana, yang mana telah dijelaskan oleh kepala sekolah SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak, Georgius, selaku Kepala SMA Santo Fransiskus Asisi Pontianak. “Untuk tahap awal sekolah membangun dua ruang kelas baru. Sumber pendanaan dari APBN P-2012 yaitu bantuan sosial khusus untuk tahun 2012 yang disalurkan melalui direktorat pembinaan SMA. Bulan November yang lalu kita ikut MoU di Jakarta, sedangkan pencairan dana terjadi pada bulan Desember 2012. Dana yang diperlukan cukup besar sehingga dari pihak Yayasan harus membantu. Hari pelaksanaannya dimulai hari ini (Jumat, 11/01/13) kerja efektif dan diharapkan targetnya akan berakhir 11 Mei 2013.” ungkap Georgius dengan semangat.

Pembangunan ini sendiri dibantu oleh pemerintah dan bantuan dari donator serta pihak lain. Menurut Drs. A.R. Mecer sebagai ketua GPPK, inilah kesempatan utama untuk memulai sebuah awal baru mewujudkan transformasi pembangunan secara bertahap di Persekolahan. Georgius berharap, dengan adanya pembangunan gedung baru ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan terutama dalam bidang sarana dan prasarana serta bisa menarik minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di Persekolahan Santo Fransiskus Asisi.

Upacara Adat Batumuk Tihakng oleh Masyarakat Dayak Kanayatn ini tentunya memiliki beberapa syarat sehingga upacara bisa dilakukan. Syarat-syaratnya adalah beras poek sunguh, kapur gamer, timako rokok, pinang, bamata duit sepuluh suku duit kertas Rp 1000,00 (seribu rupiah), duit katep (logam) 50 sen, manok (ayam) kampung 2 ekor, satu jantan satu betina, talok (telur) sebuah, tumpik, bontokng, dan poek lamang. Syarat-syarat tersebut harus dilengkapi dan dipersiapkan sebelum memulai upacara adat dan upacara panyangahatn. Makna dari perlengkapan tersebut hanyalah sebagai syarat yang harus ada dalam upacara adat ini sebagai persembahan kepada para leluhur alam semesta, berdamai, mohon izin, meminta berkat dan keselamatan karena Masyarakat Adat yang berhubungan dan berelasi dengan alam semesta, sesama manusia, dan Jubata (Tuhannya).***

ADELBERTUS ASISI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *