Suku Dayak dan Pembangunan di Perbatasan Kab. Bengkayang, Kalbar – Sarawak, Malaysia
“Pembangunan di perbatasan tidak boleh mengabaikan manusia dan potensi sosial budaya masyarakat Dayak di perbatasan,”katanya saat memberikan materi Seminar Nasional Pra-Sarasehan JKAI (Jaringan Kekerabatan Antropologi Indonesia) ke-15.
Seminar Nasional bertema Membangun Peradaban Daerah Perbatasan tersebut dibuka oleh Gubernur yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan dan Ekonomi, Anna Veridiana Iman Kalis. “Antropologi diharapkan memberikan sumbangsih kepada disiplin ilmu politik dan pembangunan karakter bangsa di wilayah perbatasan,” ujar Anna Kalis.
Sedangkan dari Untan, sambutan seminar disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Untan, Dr. Radian. Diamengatakan bahwa antropologi bisa menyumbang pada kurikulum pendidikan. (*)

