Tingkatkan Ilmu Pengetahuan, Lebih 30 Mahasiswa, Calon Guru Bahasa Iban Sarawak Kunjungi dan Berdiskusi di Institut Dayakologi

Oleh RGM

Pontianak—Dalam rangka praktikum, lebih dari 30 mahasiswa semester VII dari Institut Pendidikan Guru Kampus Rajang, Sarawak – Malaysia berkunjung ke Institut Dayakologi pada Selasa (13/8/2019). Rombongan mahasiswa untuk program studi Bahasa Iban tersebut didampingi oleh 7 (tujuh) dosen dan dikoordinir langsung oleh Rektor Institut Pendidikan Guru Kampus Rajang, Sarawak, yaitu Dr. Lambat Anak Lindong. Kepada Tim KR, beliau mengatakan, tujuan lawatan ke Institut Dayakologi adalah untuk menambah ilmu pengetahuan bagi mahasiwanya tentang kebudayaan Dayak, khususnya lagi kebudayaan dan bahasa Dayak Iban.

Dr. Lambat Anak Lindong, Rektor Institut Pendidikan Guru Kampus Rajang Serawak, berbicara dalam lawatan ke ID

“Kami juga mau menambah bahan-bahan tentang bahasa dan kebudayaan kebudayaan Dayak, terutama yang terkait Dayak Iban. Kami ingin kerja sama dengan Institut Dayakologi untuk memperkaya Institut Pendidikan Guru Kampus Rajang, Sarawak. Kami harap kita bisa meneruskan kerja sama seperti ini, apalagi di antara kita banyak punya persamaan. Kami juga berharap kita bisa saling berkunjung untuk bisa saling memperkaya khasana kebudayaan dan bahasa Dayak,” ujar Dr. Lambat Anak Lindong.
Sapta Basa Dayak
Direktur Institut Dayakolog, Krissusandi Gunui’ dalam pemaparannya, selain sharing tentang sejarah latar belakang pendirian ID, juga memperkenalkan Sapta Basa Dayak. Dia mengatakan, Sapta Basa Dayak adalah hasil refleksi atas pengalaman panjang ID mengemban tugas revitalisasi dan restitusi warisan kebudayaan Dayak hingga sekarang sebagai pusat advokasi dan transformasi budaya Dayak. “Sapta Basa Dayak mengandung nilai universal, meliputi kemanusiaan, solidaritas dan persatuan, keberagaman, keadilan dalam kebijaksanaan, naturalitas dan keberlanjutan, menjunjung tinggi budi bahasa, dan spiritualitas adat,”urainya.
Institut Pendidikan Guru (IPG) Rajang, Sarawak adalah satu-satu institut perguruan yang melakukan pengkajian Bahasa Iban dan melahirkan guru Bahasa Iban di Sarawak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *