Tumbuhan Dikonsumsi Masyarakat Tanggerang

“Hutan adalah sumber Kehidupan”

Dari hasil penelitian, selama bulan September 1996 sampai bulan Agustus 1999, didapat 230 jenis tumbuhan yang dapat dikonsumsi: masing masing 118 jenis buah-buahan, 70 jenis sayur-sayuran, 17 jenis umbi-umbian, 15 jenis jamur dan 10 jenis tebu-tebuan, dan didokumentasi 672 foto dari tiap-tiap bagian tanaman yang diteliti. Semua jenis tumbuhan ini dicatat baik Hama, morfologi (akar, batang, daun, bunga dan buah), dan manfaatya. Hal ini bertujuan agar pengetahuan masyarakat yang masih bersifat lisan dapat diinformasikan kepada generasi sekarang dan yang akan datang

Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 118 jenis buah-buahan yang dapat dikonsumsi: dari hutan muda 53 jenis, dari pekampungan 5 jenis, pekarangan 19 jenis, rimba 7 jenis, sawah 1 jenis, ladang 1 jenis, kebun karet dan hutan muda 8 jenis, kebun karet dan pekampungan 3 jenis, hutan muda dan pekarangan 3, hutan muda dan rimba 3 jenis, pekarangan dan pekampungan 14 jenis, pekarangan dan ladang 2 jenis, pekampungan- pekarangan dan kebun karet 1 jenis. Untuk mencukupi kebutuhan akan buah masyarakat Desa Tanggerang telah membudidayakan 45 jenis buah-buahan, tidak dibudidayakan 72 jenis serta ada yang sudah dibudidayakan dan masih tumbuh liar 2 jenis. Jenis buah-buahan yang ada di Desa Tanggerang 106 jenis endemik / asal daerah tersebut, sedang 13 jenis non endemik.

Sedangkan untuk kelompok sayur-sayuran masyarakat Desa Tanggerang dapat mengkonsumsi 70 jenis sayur-sayuran: masing-masing dari 8 jenis dari hutan muda, 12 jenis dari ladang, 4 jenis dari pekarangan, 2 jenis dari sawah, 1 jenis dari kebun karet, 14 jenis dari pekarangan dan ladang, 9 jenis dari hutan muda dan kebun karet, 2 jenis dari pekarangan-ladang dan bera 1-2 tahun, 5 jenis dari pekarangan dan bera 1-2 tahun, 1 jenis dari kebun karet dan pekampungan, 3 jenis dari bera 1-2 tahun, 1 jenis dari kolam dan air, 3 jenis dari ladang dan bera 1-2 tahun, 1 jenis dari pekarangan-kebun karet dan ladang, 1 jenis dari hutan muda-kebun karet dan pekampungan, 1 jenis dari hutan muda dan pekampungan, 1 jenis dari hutan muda dan bera 1-2 tahun serta 1 jenis dari pekarangan dan hutan muda. Untuk mencukupi kebutuhan akan sayur masyarakat Desa Tanggerang telah membudidayakan 42 jenis sayur, sedang 28 jenis tumbuh sendiri di alam. Jenis-jenis sayuran yang dimanfaatkan masyarakat Desa Tanggerang 53 jenis tumbuhan endemik (asli daerah setempat) dan 17 jenis non endemik. Berdasarkan bagian tumbuhan yang dimanfaatkan untuk sayur, maka masyarakat Desa Tanggerang dapat mengkonsumsi 7 jenis umbut tumbuhan, 14 jenis buah, 13 jenis daun, 5 jenis rebung, 2 jenis daun dan batang, 8 jenis daun dan buah, 2 jenis daun dan sulur, 1 jenis buah dan batang, 1 jenis buah dan pelepah, 2 jenis umbi, 1 jenis daun dan umbi, 1 jenis seluruh bagian tumbuhan, 3 jenis daun dan pelepah, 5 jenis dari daun-sulur dan buah, 1 jenis daun tangkai dan batang, 3 jenis buah dan umbut, serta 1 jenis jantok (jantung).

Dari hasil penelitian diketahui pula bahwa masyarakat Desa Tanggerang dapat mengkonsumsi 17 jenis umbi. 16 jenis tumbuhan umbi tersebut telah dibudidayakan clan 1 jenis tumbuh dengan sendirinya. Kesemua jenis umbi-umbian ini merupakan tumbuhan endemik daerah setempat.

Untuk kelompok jamur masyarakat Desa Tanggerang telah mengenal 15 jenis kulat (jamur) yang dapat dikonsumsi dan semuanya didapat secara bebas di alam. 4 jenis kulat media tumbuhnya di tanah sedang 11 jenisnya lagi pada kayu yang telah membusuk. Masyarakat Desa Tanggerang dalam memasak jenis kulat tidak akan mencampur jenis kulat yang media tumbuhnya di tanah dan di kayu, karena jika dicampur dapat menyebabkan keracunan bagi yang mengkonsumsinya.

Diperoleh pula data bahwa masyarakat Desa Tanggerang telah mengenal l0 jenis tebu, keduanya telah dibudidayakan baik di pekarangan maupun bera 1-2 tahun. Jenis tabu api’ selain batangnya dapat dikonsumsi, akar dan daunnya juga dapat dimanfaatkan. Akarnya untuk obAt, sedangkan daunnya dimanfaatkan oleh dukun dalam upacara pengobatan orang sakit. Keragaman Hayati Desa TangerangHal; 4-7, Buku KALIMANTAN Bumi yg Kaya Makanan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *