Kecam Tindakan Kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah, Sintang, Pemuda Kalbar Serukan Perdamaian

192 Views

Sintang, KR—Sejak tindakan kekerasan dan intoleransi terhadap Jemaat Ahmadiyah di Desa Balai Harapan, Kecamatan Tempunak, Kabupaten di Sintang pada Jumat (3/9/2021), respon berbagai pihak pun bermunculan. 

Keprihatinan atas peristiwa yang merusak perdamaian di Sintang khususnya dan di Kalbar pada umumnya itu dinyatakan ke publik. “Perusakan terhadap mesjid dan asset milik Jemaat Ahmadiyah itu jelas melanggar hukum. Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten Sintang serta aparat keamanan gagal menangani kelompok yang menebarkan kebencian dengan mengatasnamakan agama,” ujar Aliansi Pemuda Peduli Perdamaian (AP3) Kalimantan Barat dalam release persnya.

Release Pers AP3 Kalbar, dengan judul Anak Muda Kalbar Kecam Penyerangan Terhadap Ahmadiyah Serukan Tindak Tegas Pelaku, Cegah Rusaknya Perdamaian Kalbar beredar di berbagai media sosial sejak hari Minggu (5/9/2021).  

Aliansi Pemuda Peduli Perdamaian Kalbar terdiri dari 12 kelompok masyarakat sipil. Mereka menilai bahwa perusakan masjid dan pembakaran sejumlah aset Jemaat Ahmadiyah tersebut seperti menunjukkan ketidakberdayaan dan ketidaktegasan pemerintah beserta jajaran aparat keamanan. 

Sementara itu, melalui keterangan tertulisnya Menko Polhukam, Mahfud MD merespon peristiwa perusakan mesjid dan asset milik jemaah Ahmadiyah di Sintang itu. “Kehadiran Negara ini yang pertama-tama sebenarnya adalah melindungan hak asasi manusia, martabat manusia, maka kita merdeka,” ujarnya seperti dilansir Kompas.com, Sabtu (4/9/2021). Mahfud juga meminta Kapolda dan Gubernur Kalbar agar segera menangani persoalan terebut.

Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol Donny Charles Go, mengatakakan pihaknya mengamankan Jemaat Ahmadiyah yang berjumlah 72 orang atau 20 KK dan bangungan mesjid yang ada di lokasi, seperti dilansir liputan6.com, Jumat (3/9/2021). 


Abai terhadap Adat Basa Setempat

AP3 Kalbar menilai bahwa kekerasan dan intoleransi yang dialami Jemaat Ahmadiyah tersebut menunjukkan masih tidak ramahnya ruang berkeyakinan dan beragama di Indonesia. Selain itu juga memperlihatkan timpangnya pelaksanaan demokrasi yang mengutamakan kepentingan mayoritas, namun mengabaikan perlindungan kepada minoritas. Padahal kebebasan beragama dan berkeyakinan dijamin dalam konstitusi dan bagian dari hak asasi manusia (HAM). 

Melalui releasenya, yang salah satu tagarnya #LindungiAhmadiyah, AP3 Kalbar menyayangi tindakan kekerasan dan intoleransi yang mengabaikan adat basa dan sopan santun, adat istiadat, serta nilai-nilai sosial kemanusiaan yang berlaku pada masyarakat setempat. Para pemuda Kalbar juga khawatir jangan sampai peristiwa di Sintang itu justru berpotensi mewariskan kebencian dari generasi ke generasi.

9 Orang Tersangka 

Kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah di Kabupaten Sintang tersebut mulai menemukan jejak persoalannya. Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Donny Charles saat dikonfirmasi CNN Indonesia, Senin (6/9) mengatakan bahwa sudah ada sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka. “Sudah ada sembilan yang ditetapkan sebagai tersangka. Tak menutup kemungkinan ada pelaku lain dalam kasus ini. Penyidik, masih menyelidiki kasus tersebut. Masih berproses,” ujarnya. Semoga pihak yang bertanggungjawab terkait kekerasan dan tindakan intoleransi terhadap Jemaat Ahmadiyah tersebut bisa segera terungkap dan kasus serupa tidak terulang lagi baik di Bumi Senentang maupun di Kalbar pada umumnya. [ ]

Penulis: rgm, diolah dari berbagai sumber. Editor: Giring.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *