Inspiratif: Gelora Semangat Perempuan Petani di KSP Babane terus Konsisten

1.634 Views

Doak, Bilayuk, Mempawah Hulu — Bertani ialah soal lain. Tapi bertani dan mengelola kelompok simpan pinjam dengan anggota 20 perempuan ini adalah pembeda yang unik dari bertani biasanya. Keunikan ini ada di Kelompok Simpan Pinjam (KSP) Babane yang beroperasi di Kampung Doak, Desa Bilayuk, Kec. Mempawah Hulu, Kabupaten Landak. Bermodal awal Rp. 2 juta dan anggota 11 orang, kelompok KSP yang dibentuk delapan tahun silam, hingga kini berhasil menghimpun modal bersama Rp. 46 juta. Semangat kaum perempuan itu seolah tidak surut. Bergelora dan konsisten. Itulah kesan yang kami rasakan saat menjadi peserta tamu di forum Rapat Tahunan Anggota KSP Babane pada tanggal 14 Maret 2020 yang lalu.

Sejak semula, kelompok ini dibentuk dari, oleh dan untuk perempuan Doak. Tak heran bila dimotori oleh kaum perempuan. Meskipun bukan sebuah koperasi, tapi mereka rutin mengadakan rapat anggota tahunan (RAT) untuk mengetahui kendala, mendiskusikan rencana bersama, sekaligus bagaimana rencana yang disepakati di tahun sebelumnya dicapai. Semangat kebersamaan ialah basis yang penting bagi pengelolaan keuangan kelompok simpan pinjam yang dilakukan secara mandiri itu. Anggota merasakan manfaat nyata dari kehadiran kelompok simpan pinjam ini. KSP Babane melayani anggotanya, mulai dari meringatkan biaya sekolah anak, pembelian alat-alat pertanian hingga kebutuhan biaya yang sifatnya mendesak. Hal tersebut dinyatakan Ibu Juini (37 th), yang juga anggota kelompok. “Di sini, dana yang dipinjam bisa dipakai untuk membantu biaya anak sekolah, juga untuk membeli alat pertanian. Selain itu, saat ada kondisi mendesak, KSP bisa dengan cepat membantu anggota. Selagi keuangan kelompok mencukupi, anggota tidak akan kesulitan dalam proses pinjaman darurat,” ujar Ibu Juini.

Saling Percaya dan Konsisten

KSP Babane memegang teguh cita-cita awal bersama. Cita-cita awal yakni menjadikan KSP Babane dengan asas kekeluargaan dan saling percaya supaya konsisten melayani anggota hingga mandiri dalam kebersamaan di tengah komunitasnya.

Setiap tahun pertanggungjawaban pengurus dapat didengar dan dibahas secara bersama melalui rapat anggota tahunan yang melibatkan seluruh anggota, pengurus, pengawas dan penasihat. Pemilihan pengurus dan pengawas dilakukan secara musyawarah bersama. Demikian pula dengan pembuatan dan pembahasan kebijakan dan program kerja kelompok simpan pinjam.

Dalam kegiatan sosial di kampung dan desa, kelompok ini tak luput dari perhitungan. Bernadeta (44 th), salah seorang perintis pembentukkan KSP Babane yang turut mengawal pertumbuhan kelompok ini hingga sekarang bisa diteladani. Karena keaktifannya, ibu dari 3 putri ini dipilih untuk menjadi kader Posyandu mewakili kampungnya. Ibu rumah tangga dan petani perempuan ini selalu bersemangat dan aktif di setiap kegiatan di kampung maupun desa. KSP Babane pantas bangga karena memiliki sosok Bernadeta yang punya semangat belajar tinggi ini. Dia juga dipercaya oleh anggota untuk menjadi pencatat transaksi keuangan dan menyusun laporan. Karena besar semangat dan motivasinya, maka pada tahun 2012, Ibu Bernadeta bersama Irin, Marsiana Ati dan kawan-kawan, semuanya perempuan Doak memantapkan diri untuk membentuk kelompok berbasis ekonomi kerakyatan yang tujuannya adalah membantu mengelola keuangan keluarga yang sehat dan sejahtera secara mandiri. Untuk itu, mereka berkonsultasi dengan PENTIS Pancur Kasih yang saat itu sedang melakukan pendampingan beberapa kampung di wilayah Desa Bilayuk. Berkat kegigihan dan kekompakan mereka, maka terbentuklah KSP Babane dengan modal awal murni dari simpanan anggota.

Bernadeta, aktivis KSP Babane.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *