GERAKAN PEMBERDAYAAN PANCUR KASIH (GPPK) TOLAK RUU OMNIBUS LAW P2SK DAN RUU PERKOPERASIAN

165 Views

Penulis: Yeremias & Manuk Kitow | Foto: Sadoq PK | Editor: R.Giring & Kriss Gunui’

Pontianak, KR—GPPK menolak RUU Perkoperasian dan RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU Omnibus Law P2SK).

Pandangan dan sikap tersebut disampaikan Ketua GPPK, John Bamba dalam Konferensi Pers, Sabtu (12/11/2022), di UPT Pelkes, Pontianak.

Penggiat senior CU Gerakan Konsepsi Filosofi Petani tersebut menegaskan bahwa dua RUU tersebut cenderung otoriter, merebut kuasa kedaulatan anggota Koperasi.

“Regulasi yang dibutuhkan Koperasi adalah regulasi yang ramah, yang berpihak kepada jiwa, nilai-nilai dan prinsip Koperasi,” kata John.

Menurutnya, substansi kedua RUU tersebut gagal total memahami identitas Koperasi sebagai perwujudan demokrasi ekonomi rakyat dari, oleh dan untuk anggota, berasaskan semangat kekeluargaan dan kegotong-royongan sebagaimana amanat oleh UUD 1945 Pasal 33 Ayat 1.

Mantan Direktur Institut Dayakologi itu juga mengingatkan bawa modal utama Koperasi adalah manusia. “Bukan modal uang karena Koperasi hakikatnya adalah kumpulan orang-orang yang saling percaya, bekerja sama, bergotong-royong dengan potensinya sendiri membangun kualitas moral dan fisik  anggota melalui pendidikan mental spiritual dan keterampilan.

Konferensi Pers dihadiri belasan jurnalis media cetak, elektronik, TV, Radio dan media online, serta sejumlah aktivis Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih (GPPK). GPPK adalah konsorsium 17 organisasi masyarakat sipil yang berkedudukan di Kalimantan Barat dan sejak 1980an memiliki pengalaman dalam proses pendirian, pengembangan Koperasi (Credit Union) di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *