


Artikel
tersedia: 3023 artikel
Edisi tersedia: 120 edisi |
 |
Untuk mengakses Kalimantan Review edisi Reguler,
silakan LOGIN terlebih dahulu.
|
|
|
|
|
KR REGULER | NO. 180 TAHUN XIX | AGUSTUS 2010
Mengapa Kodam?
Tanggal 2 Juli 2010 diresmikan berdirinya (kembali) Kodam XII
Tanjungpura. Masyarakat berhak tahu apa nilai strategis dan manfaat kehadiran
Kodam bagi Indonesia dan Kalimantan Barat. KSAD Jendral George Toisutta
mengatakan, pembentukan Kodam baru ini merupakan bagian dari Rencana Strategis
TNI. Luasnya wilayah Kalimantan berdampak pada besarnya beban dan tanggung jawab
yang harus diemban oleh hanya satu Kodam saja seperti yang berlangsung saat ini
sehingga tingkat kesiapan operasional menjadi kurang maksimal. Bagaimana Kodam
bisa membantu perbaikan nasib rakyat Kalbar?
KR REGULER | NO. 180 TAHUN XIX
| AGUSTUS 2010
Ironi di Tengah Perkebunan Sawit
“Kami ini seperti dibunuh secara perlahan-lahan. Lahan habis.
Sungai kering. Untuk ladang dan ngaret saja tak ada lagi. Kami yang punya lahan,
malah kami yang harus hidup seperti ini,” kata Acan, Kepala Adat Sungai Rosat
kepada KR. Hidup dalam kepungan sawit, membuat masyarakat harus berhadapan
dengan berbagai persoalan hidup. Jeritan-jeritan mereka akan sebuah pertolongan
seakan tak terdengar, terhalang oleh luasnya perkebunan sawit. Kini, mereka yang
harus menangung kesengsaraan itu. Ironi di tengah sawit.
KR REGULER | NO. 179 TAHUN XIX | JULI 2010
Menggantungkan
Nasib pada Incumbent
Kembali Kalbar menggelar pesta demokrasi pemilihan kepala daerah pada
enam kabupaten, 19 Mei 2010. Kabupaten Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau,
Bengkayang dan Ketapang. Sebelum gawai pemilihan kepala daerah itu dimulai,
prediksi banyak orang untuk saling menjagokan kandidat pasangan masing-masing
amat beragam. Pemetaan suara oleh tim pemenangan masing-masing kandidat, cukup
meyakinkan. Namun ketika penghitungan suara berakhir, semua harus mengakui bahwa
kekuasaan dan finansial adalah senjata ampuh dalam ranah politik. Seperti apa
kemenangan mereka?
KR REGULER | NO. 179 TAHUN XIX
| JULI 2010
Singkawang Terusik
Sejak Mei 2010, kota seribu kelenteng (Kota Singkawang, Kalbar),
dilanda rasa gundah gulana yang tak menentu. Hasan Karman, Walikota Singkawang
menjadi bulan-bulanan pihak yang merasa kecewa dan tidak puas atas makalah yang
tak pernah wali kota yang berasal dari kalangan Tionghoa itu pikirkan akan
berdampak negatif bagi orang lain. Demikian pula tugu naga yang menimbulkan
polemik di tengah kota wisata itu. Ada apa dan bagaimana persoalan itu?
KR REGULER | NO. 178 TAHUN XIX | JUNI 2010
Mempertahankan
Hak Adat, Mendekam di Jeruji Besi
Kebijakan yang diambil oleh Bupati Melawi, merupakan tujuan yang
diharapkan masyarakat Ketemenggungan Pelaik Keruap. Perjuangan yang membuahkan
hasil itu, membuat masyarakat sedikit lega. Tentu, mereka tidak menginginkan
hanya sebatas penyataan, melainkan bentuk kebijakan yang terealisasi secara
nyata. Perjuangan ketiga pejuang Dayak Limbai yang berujung mendekam di bui ini
melelahkan. Bagaimana perjuangan itu bisa bertahan? Seperti apa goresan
perjuangan Dayak Limbai ini?
KR REGULER | NO. 178 TAHUN XIX
| JUNI 2010
Sertifikasi Guru: Antara Kualitas dan Kesejahteraan
Sejak kali pertama dilaksanakan pada tahun 2007, sertifikasi
semakin menjadi primadona yang penuh daya tarik bagi guru. Guru-guru berlomba
mengikuti sertifikasi. Lalu, apa sebenarnya sertifikasi guru itu? Mengapa harus
ada dan untuk apa?
|
|
|
|
|
KR REGULER
TERBARU

Nomor 180 Tahun XIX
Agustus 2010
Mengapa Kodam? |
KR REGULER
SEBELUMNYA

Nomor 179 Tahun XVIII
Juli 2010
Cengkeraman Incumbent |
KR REGULER
SEBELUMNYA

Nomor 178 Tahun XVIII
Juni 2010
Perebutan Bukit Kerapas |
|
|
|
|
|
|
|
Informasi Keanggotaan: |
Bantuan Online: |
Telepon : 0561-885688
Faksimile : 0561-883135
Email: info@kalimantanreview.com |
 |
Yahoo
Messenger:
(Rudy Fransiskus) |
|
|
|
|
|